Suatu hari dalam perjalanan menuju rumah Angku saat anakku masih di TK dan baru bisa membaca...
Kejadian di suatu perempatan traffic light antara Duren Sawit dan Kalibata Timur...saat itu lampu sedang menyala merah sehingga Bunda (baca: Aku) langsung ambil gadget dan segera menyelam di keasyikan ber-bbm dan browsing ria...
Tiba2 suara kecil agak cadel yang menggemaskan menguak dari diam...
Reza (R) : Bund...Bund...
Aku (A) : - sambil tetap memandang gadget - Yaaa...knapa Re..?
R : - dengan nada datar tanpa heboh - PERKOSA itu artinya apa sih..?
A : - berasa keserempet petir tanpa mendung apalagi hujan tapi berusaha sok "kewl" supaya ga kliatan setengah mati karena shock, ambil nafas sambil meredakan deg2an yang tiba2 datang - Ooowwh ituu...emangnya Reza liat dimana..?
Menjawab pertanyaan dengan pertanyaan sebenernya bukan "Gue Bangeeet" tapi untuk kasus ini saya perlu waktu untuk menyusun kata2 yang bisa dicerna anak umur 4,5 th dengan memberikan jawaban singkat dan tepat tanpa mengusik rasa ingin taunya yang sangat tinggi sehingga kemungkinan untuk berujung pada pertanyaan2 selanjutnya harus DITUTUP.
Thanks to the green light yang menyala saat dibutuhkan..sehingga perhatian teralihkan sementara tanpa upaya... Alhamdulillaah..
Saat jalanan mulai stabil, suara kecil menggemaskan yang tiba2 terdengar seperti petir menggelegar tadi mulai berbunyi lagi...
R : Bund...
A : Yaaa...??
R : Do you remember my question tadi..?
A : Yang mana...? - pura2 lupa -
R : Perkosa itu artinya apa..??
A : Oowh itu...artinya "paksa" nak...jadi diperkosa itu artinya "dipaksa"...jadi kita dipaksa melakukan sesuatu yang kita ga suka...
R : Jadi artinya Perkosa itu Paksa ya... ok, Reza jadi tau sekarang...thanks Bund...
Nada suaranya lebih ringan dan terdengar puas dengan jawaban yang dikasih Bunda.
Sumpah rasanya legaaaa bangeet bisa memberikan jawaban dengan arti yang kurang lebih mewakili apa yang ditanyakan, setelah berpikir ekstra keras dan mencari2, walopun ga pas bangeet dan sebenarnya masih perlu penjelasan lebih lanjut...
Sampai di rumah Angku perjalanan cukup tenang tanpa ada kejutan2 "manis" dari sang Pangeran tersayang anakku tunggal.
Beberapa minggu berlalu, sampai tiba2 di suatu sore yang santai neneknya yang adalah mamaku, memanggilku dengan tergesa dan heran...
A : Knapa Ma..?
Mama (M) : Kenapa tiba2 anak (maksudnya Reza) tau perkosa..? Darimana dia dapat kata2 itu..? Emang siapa aja teman2nya kok bisa sampai dia dapat kata2 itu..? dst...dst...dst..
A : - dengan agak bengong krn merasa ga ngerti dengan fokus pembicaraan selain kata "perkosa" dan apa darimana kenapa trus nanya lagi - Emangnya kenapa..? Ngomong apa emang anaknya..?
M : - masih dengan tergesa seakan menuntut penjelasan panjang lebar namun instan - Iyaaa itu tadi..mama suruh dia mandi tapi tiba2 Reza bilang "jangan perkosa Reza begitu dong..kan Reza bilang nanti..Reza kan ga suka diperkosa"...
A : - langsung nyambung dengan pembicaraan beberapa waktu lalu - *langsung ketawa kenceeeeng banget sebelum jelasin...
Setelah dijelasin panjang lebar, sang nenek ngangguk2 sambil ikutan ketawa...
Tapiiii....aku segera tersadar bahwa aku tidak menjelaskan dengan baik kepada sang Pangeran...
Segera setelah mandi, aku bicara panjang lebar tentang bagaimana penggunaan kata2 "perkosa" yang sesuai. Seperti biasa aku menggunakan kata2 "normal" dalam menjelaskan dengan sesekali mengonfirmasi pemahamannya dan memberikan ilustrasi2 yang dipahaminya....in time he will be in total understanding of our conversation.
Kejadian itu sudah berlalu lebih dari 3 tahun lalu. Sekarang, aku bersyukur sudah menjelaskan beberapa hal yang menurut sebagian orang tabu dibicarakan bahkan diberikan penjelasan.
*Bunda sayang banget sama Reza nak... tumbuhlah besar dalam raga dan jiwa, mudah2an kami, orang tuamu, mampu mengajarkanmu sesuai dengan aqidah dan jamanmu...
